Get me outta here!

Sabtu, 25 Mei 2019

Penyebab Kipas Radiator Tidak Berputar dan Solusi Mengatasinya

Pada radiator mobil, terutama di tahap belakang, tersemat kipas pendingin yang bermanfaat untuk menormalkan suhu mesin yang meninggi. Kipas tersebut berputar melalui radiator untuk mendinginkan air pendingin mesin. Tetapi, ada kalanya kipas radiator tak berputar jadi berpengaruh pada kendaraan. Apa saja penyebab dari perpersoalanan tersebut? Berikut uraian lengkapnya.

Penyebab Kipas Radiator Tidak Berputar dan Solusi Mengatasinya

Pengenalan Kipas Radiator serta Macamnya
Kipas pendingin pada mobil, serta kendaraan pada umumnya terbagi menjadi dua macam, serta tiap-tiapnya mempunyai kekhususan tersendiri yang disesuaikan dengan tipe kendaraan. Berikut dua macam kipas tersebut:



a. Kipas konvensional adalah kipas yang digerakkan oleh drive belt. Dengan begitu, kipas bakal semakin berputar selagi mesin kendaraan nasib. Kipas konvensional tak jarang dipakai pada mobil tipe diesel.

b. Kipas elektrik mempunyai kontrol kepada kinerjanya jadi tak terpengaruh oleh mesin. Pemicu dari putaran kipas adalah saat suhu air mula terdeteksi panas jadi butuh diperbuat proses pendinginan. Biasanya, kipas pendingin elektrik tersebut dipakai pada mobil tipe MPV.

Butuh diketahui bahwa baik kipas konvensional maupun kipas elektrik, sama-sama berkesempatan mengalami kegagalan berputar. Terlebih lagi, pada kipas elektrik yang terbukti putarannya tak menentu. Dalam kondisi tertentu, kipas bisa saja otomatis menyala saat mesin mobil dinasibkan. Tetapi, dalam kondisi lain bisa saja wajib menantikan berbagai saat hingga kipas bisa berputar.

Sebagai pemakai mobil, sebaiknya jangan dulu panik jika kipas pendingin tak menyala mesikipun mesin telah dinasibkan. Mengingat tersedia kondisi tertentu yang mempunyai pengaruh kepada pengoperasian kipas tersebut. Sebagai contoh, kipas elektrik yang terpasang pada mobil. Tersedia dua faktor yang wajib diketahui sekaligus bisa dijadikan trik untuk tak panik. Berikut dua faktor tersebut:

• Prinsip kerja dari kipas elektrik adalah ada input maka kipas berputar. Artinya, kipas bakal langsung berputar jika menerima input dari ECU. Pada saat Kamu mengnasibkan mesin mobil dengan AC yang tetap nasib, maka otomatis kipas bakal langsung berputar. Faktor tersebut sebab AC yang menyala bakal menyebabkan peningkatan suhu mobil dengan cara cepat. Maka, sebagai responsnya, sistem pendingin bakal menggerakkan kipas.

• Jika Kamu menyalakan mesin dengan AC yang mati serta kendaraan didiamkan semalaman, maka kipas pendingin belum bakal menyala. Alasannya sebab mesin tetap dalam proses pemanasan jadi suhunya belum memasuki suhu kerja. Nantinya, ketika telah menyentuh 900 (suhu kerja) alias lebih, maka kipas pendingin bakal berputar untuk meperbuat tugasnya.

Berbagai Penyebab Kipas Radiator Tak Berputar

1. Persoalan pada Drive Belt
Perpersoalanan seperti ini terjadi pada kendaraan yang memakai kipas konvensional. Faktor tersebut sebab drive belt memegang peranan penting untuk menggerakkan kipas, maka jika komponen tersebut putus bakal berakibat pada matinya kipas. Lalu, apa yang menyebabkan drive belt hingga putus? Penyebabnya adalah percikan oli yang tentang permukaan drive belt.

Drive belt terbuat dari karet serta usianya sangat dipengaruhi oleh oli, panas, serta debu. Saat permukaan belt terkena percikan oli, maka otomatis bakal terjadi slip. Akibatnya, gesekan yang terjadi begitu cepat menyebabkan drive belt cepat panas, aus, hingga putus. Bukan hanya kipas pendingin yang terkena imbasnya melainkan juga altenator serta pompa power steering.

2. Persoalan pada Sekering Kipas
Pada kipas elektrik, salah satu penyebab kipas radiator tak berputar adalah sekering yang putus. Faktor yang membikin putusnya sekering adalah arus listrik yang mengalir dalam jumlah yang berlebih. Ibaratnya, saat arus yang melebihi tekanan normal melalui sekering, maka sekering bakal kaget jadi putus adalah reaksi yang diberbagi. Akibatnya, arus listrik ke kipas pun bakal terhenti.

Jika mendapati permasalahan seperti itu, maka jangan dulu gegabah untuk mengganti sekering. Terlebih dahulu, periksa rangkaian listrik yang terpasang sebab bisa jadi ditemui kerusakan jadi arus listrik tak normal. Tidak hanya itu saat bakal mengganti sekering, pilihlah dengan kapasitas yang tetap sama untuk mencegah terbakarnya rangkaian jika kapasitas terlalu besar.

3. Persoalan pada Kabel Kipas
Seperti halnya kipas angin rumah, kipas radiator tak berputar juga bisa mengalami kerusakan yang dikarenakan oleh fauna pengerat yakni tikus. Faktor yang lumrah terjadi adalah kabel kipas yang putus seusai digigit tikus. Sebab ukuran tubuhnya yang kecil, maka bakal mudah saja masuk ke ruang mesin. Oleh sebab itu, butuh mewaspadai keberadaan fauna pengerat tersebut.

Kabel kipas yang terputus bisa diperbaiki dengan mudah yaitu menyambungkannya kembali memakai selotip. Tetapi, jika tak kembali normal segera bawa ke bengkel untuk diperbuat penanganan yang lebih profesional. Tidak hanya itu, perbuat juga pencegahan supaya tikus tak lagi merusak kabel kipas alias bahkan kabel sensor mesin. Faktor tersebut bisa membahayakan kinerja kendaraan.

4. Persoalan pada Resistor
Dalam faktor kecepatan berputarnya, kipas pendingin terbagi menjadi tiga kecepatan yaitu: a) kecepatan pertama yang dilewatkan pada dua resistor; b) kecepatan kedua yang dilewatkan pada satu resistor; serta c) kecepatan ketiga yang tak melalui resistor. Jika terjadi perpersoalanan pada resistor, terputus umpama, maka kipas pendingin menjadi tak terkontrol.

Oleh sebab itu, bakal terjadi pada sebuahwatu kipas tiba-tiba berputar dengan kecepatan penuh dalam waktu pendek kemudian berhenti. Pada waktu yang lain, kipas radiator tak berputar otomatis menyala padahal AC dalam kondisi nasib serta suhu mesin mulai naik. Solusinya adalah dengan meperbuat pergantian kepada unit resistor serta kipas pendingin dengan cara bersamaan.

5. Lepasnya Sensor Air Pendingin
Peranan sensor pendingin sangat penting untuk memberbagi sinyal pada kipas supaya menyala. Tutorial kerja dari sensor pendingin alias ECTs adalah memakai thermister yang sanggup mendeteksi suhu kurang lebih. Tegangan yang dikirimkan itulah yang menentukan apakah butuh menyalakan kipas pendingin alias tidak. Dengan begitu, jika sensor mengalami kerusakan maka otomatis output alias perintah yang keluar tak terkontrol.

Akibatnya, output yang dikeluarkan adalah menyalakan kipas pendingin sepanjang waktu. Faktor tersebut adalah upaya pencegahan bakal terjadinya overheating sebab suhu yang terdeteksi tak jelas. Solusi yang wajib diperbuat adalah dengan mengecek kondisi sensor ECT. Jika putus maka segera diperbaiki, tetapi jika terlanjur rusak maka wajib segera diganti.

6. Lepasnya Sensor Tekanan AC
Selain sensor yang mendeteksi suhu, penyebab rusaknya kipas pendingin juga bisa dikarenakan oleh sensor yang mendeteksi tekanan. Jika ensor tekanan alias refrigerant pressure sensor mengalami kerusakan, maka tegangan yang dilewatkan adalah 0 serta 5 volt. Alhasil, tahap ECU bakal mengartikannya sebagai kerusakan pada rangkaian listrik AC yang nantinya dikhawatirkan terjadi overpressure.

Dalam rangka untuk mencegah faktor tersebut, maka ECU memberbagi sinyal untuk menyalakan kipas pendingin mesikipun mesin dalam kondisi mati. Langkah pertama jika menemui perpersoalanan seperti itu adalah mengecek rangkaian sensor serta rangkaian kelistrikan. Seusai ditemui kerusakan, maka segera diperbaiki.

Kelihatannya, kipas radiator tak berputar terbukti tahap kecil yang sepele. Tetapi, jika dipahami dengan baik maka bakal disadari bahwa perannya penting untuk mendinginkan suhu mesin jadi tak terjadi overheating. Terlebih lagi seusai mengenal penyebab kerusakannya yang lumayan beragam serta rumit. Oleh sebab itu, saatnya mulai memperhatikan kipas pendingin supaya kinerja mesin tetap terjaga, serta keenjoyan sekaligus keamanan saat berkendara bakal rutin dirasakan.